Kamis, 27 Oktober 2011

Cerita Klasik kita

Hanya denganmu aku berbagi
hanya dirimu yg paling mengerti
kegelisahan di hati ini
yg tak bisa kutanggung sendiri

tak terasa kini harus kita akhiri semua itu
jabat tanganku mungkin untuk yang terakhir
peluk tubuhku dan usap air mataku
kita terharu seakan takkan bertemu lagi


masih ingatkah kau saat pertama kali kita bertemu?
kau dan aku masih sangatlah cupu
kau dan aku masih sangatlah malu-malu
tak terasa... semua hal itu telah berlalu

kadang ingin aku memutarkan kembali waktu
mengulang kembali hari2 yg kita lalui dulu
canda, tawa, suka dan duka
semua saling mengisi hingga menjadi sebuah cerita klasik kita di masa depan nanti

Kini.. bersenang-senanglah kawan...
buat kesenangan itu menjadi memori kenangan terindah kita
buat semuanya menjadi berarti kawan
karena hal itu yang akan kita banggakan nanti.. di hari tua kita

meskipun .. aku masih ingin kebersamaan kita dulu..
meskipun aku masih haus akan canda tawa kita dulu..
meskipun hari2 yg akan kujalani terasa sunyi tanpa dirimu
tapi tenang..
tenang kawanku... walau semua hampa tanpa dirimu, semua pasti bisa kuhadapi..
seperti dirimu... pasti juga bisa menghadapinya..

Selasa, 25 Oktober 2011

Sebuah kapas tanpa arah

Dulu saat ia ada di kehidupanku..
aku slalu bergantung dengannya..
seperti parasit yg akan terus menempel kpda inangnya..
di saat ia pergi aku bagai tersesat ..
bingung ...
dengan apa yg harus aku lakukan..
dan tujuan apa yg harus aku capai..
semangatku tiba2 luntur.. tak tersisa..
karena semangatku menjalani hidup ini hilang..
aku tak lagi dekat dengannya..
aku tak lagi bisa melihat senyumnnya
aku tak bisa melihat tawanya lagi...
aku bagai sebuah kapas yg terbang tak mempunyai arah..
hari2 yg kujalani tanpanya bagai melintasi sbuah jalan panjang dgn berjalan kaki..
begitu lelah menjalaninya
begitu letih..
tanpa sebuah semangat..
tanpa sebuah tujuan..
ia yang sangat berarti bagiku, kini hilang..
sekarang aku seperti bulan tanpa ditemani bintang..
Sepi...

Kamis, 06 Oktober 2011

Merindu

Kau tahu betapa aku merindukanmu?
betapa aku menginginkan kebersaamaan kita dulu..
Betapa inginnya aku merasakaan kebagiaan yg kita lalui bersama dulu...
Kau tahu betapa sulitnya aku melupakanmu dan mencari penggantimu??
padahal aku sejak sedari dulu menyadari bahwa kau memang mudah untuk melupakanku..
Tapi, batinku dan egoku selalu bertengkar..
dan akhirnya egoku yg menang, dan akhirnya aku memutuskan untuk tidak melupakanmu..
itu dulu.. sebelum aku smakin mnyadari, bahwa aku tidak pernah berarti dimata indahmu itu..
Maafkan aku.. aku menyesal...
Aku mnyesal telah membuat ini semakin dalam dan sulit untuk kita lewati berdua..
Tapi apakah aku bersalah jika mengharapkanmu lebih??
apakah aku salah mempunyai perasaaan ini??
aku tahu selama ini kau hanya merasa tidak enak kepadaku..
aku tahu bahwa perbuatanmu selama ini hanya karna kau merasa "KASIHAN' kepadaku..
aku tak butuh di kasihani, aku butuh di sayangi..
Apakah itu salah??
Apakah itu hal yg bodoh??
Dulu katamu ini bukanlah perpisahan..
Tapi mengapa sikapmu yg mnunjukan ini perpisahan..??
Tak tahukah seberapa seringnya aku melamunkan dirimu yg dulu berada dekat di sampingku..?