Di saat hatimu teriris, mati. sesak menyelimuti nafasmu.
Burung-burung menjauhi dirimu. Dirimu haus akan canda tawa.
Semua sepi tanpa kehadiran suara-suara burung bernyayian.
Di saat kau berjalan melewati jurang kedamaain. Dirimu bimbang akan kehadiran seorang dirinya. Dirimu bimbang akan tawanya, senyumnya, kasih sayangnya.
Di saat kau telah memilih untuk kembali bersamanya, ternyata ia mengecewakanmu lalu mninggalkanmu.
Meninggalkan segala apa yg telah kau perbuat tanpa tahu apa makna di balik itu semua.
Hatimu teriris, lalu mati perlahan-lahan...
Minggu, 05 September 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar